Di Tengah Polemik Keuangan Desa, Ani rintanti Kembali Buat Terobosan Baru Untuk Desa Puduria Jaya

Bilal_investigasi.co.id

konawe Selatan, buke ,puduria jaya  —
Di tengah polemik pengelolaan keuangan desa yang tengah menjadi perhatian publik, Kepala Desa Puduria jaya, Ani Rintanti, tetap menunjukkan kepemimpinan yang aktif, rasional, dan berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat.

‎Melalui BUMDes “Tunas Harapan”,  menyewa lahan seluas ±3 hektar dengan nilai sewa Rp6.000.000 per tahun untuk pengembangan program ketahanan pangan (Ketapang) desa.

Program ini difokuskan pada budidaya ternak lele dan penanaman jagung, yang telah mulai dilaksanakan sejak November 2025.

‎BUMDes Tunas Harapan dikelola oleh

Ketua           : Samardin
‎Sekretaris.  : Ni Made Widiantari
Bendahara : Nur Julianti

Pada lahan seluas ±3 hektar (30.000 m²) dengan pola tanam ideal
Jarak tanam  ±70 cm x 25 cm
‎Estimasi tanaman per hektar ± 57.000 batang

‎dengan Total estimasi tanaman ± 170.000 batang jagung

‎serta jumblah produksi konservatif 5–6 ton per hektar, maka
‎Total hasil panen ± 15–18 ton jagung

estimasi
Harga pasar rata-rata Rp 4.000–Rp5.000/kg jika hitungan ini tidak meleset maka
jumblah pendapatan kotor Rp60 juta – Rp90 juta/musim panen jagung

‎sementara itu Perkiraan Waktu Panen
Usia  jagung berkisar  90–110 hari
Waktu tanam jika November 2025 berarti
Perkiraan panen adalah Februari–Maret 2026.

‎lain halnya dengan usaha  Ternak Lele karena
‎Selain sektor pertanian, BUMDes Tunas Harapan juga mengembangkan budidaya ternak lele sebagai unit usaha berkelanjutan

‎Siklus panen  2,5–3 bulan
‎Estimasi panen per siklus ±1–1,5 ton
‎Harga jual rata-rata: Rp22.000–Rp26.000/kg
‎Pendapatan kotor per siklus  Rp22 juta – Rp39 juta
Potensi panen 3–4 kali per tahun

di kesempatan yang lain kades ani rintanti juga menekankan

‎”bahwa dengan adanya <span;>polemik administrasi tidak boleh mengorbankan kepentingan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak menutup mata terhadap polemik yang ada, dan itu akan kami hadapi sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Namun di sisi lain, roda ekonomi desa tidak boleh berhenti,ucapnya.

BUMDes harus tetap berjalan, masyarakat harus tetap bekerja dan memperoleh manfaat,” tegas Ani Rintanti.

“Ia juga menambahkan bahwa program ketahanan pangan ini dirancang sebagai langkah jangka panjang menuju desa yang mandiri dan produktif.

‎sedangkan di kesempatan yang sama
Ketua BUMDes Tunas Harapan, Samardin, menyampaikan bahwa pengelolaan usaha dilakukan secara terbuka dan berorientasi pada hasil nyata.

‎“Kami fokus pada kerja dan hasil. Penyewaan lahan, pengelolaan tanam jagung, hingga ternak lele dilakukan secara terukur dan transparan. Target kami jelas, yakni meningkatkan PADes dan membuka peluang kerja bagi warga Desa Puduria,” ujarnya.

‎Manfaat Program bagi Masyarakat
‎Program ketahanan pangan ini diharapkan memberikan dampak langsung, seperti

‎- Membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Desa Puduria.

‎-Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui unit usaha produktif BUMDes

-Memperkuat kemandirian pangan desa, khususnya jagung dan perikanan.

‎-Mendorong partisipasi aktif masyarakat, melalui keterlibatan langsung dan sistem bagi hasil.

‎-Menjadi bukti bahwa desa tetap mampu berinovasi, meski berada dalam tekanan dinamika pemerintahan.

Langkah strategis yang dilakukan BUMDes Tunas Harapan ini menegaskan bahwa Desa Puduria memilih bekerja, bangkit, dan memberi harapan, demi masa depan ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.