Bilal_investigasi.co.id|Konawe Selatan — Penanganan kebakaran di wilayah Kelurahan Alangga, Kabupaten Konawe Selatan, kembali menjadi perhatian masyarakat. Selain aksi cepat petugas pemadam kebakaran dalam mengendalikan api, perhatian warga juga tertuju pada pernyataan yang disebut-sebut dilontarkan oleh seorang pengacara, Samsudin, S.H., M.H., CIL, ketika kebakaran berada di sekitar kandang ayam milik warga.
Berdasarkan keterangan heri yang diterima team redaksi, Samsudin disebut sempat melakukan komunikasi melalui video call dengan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Konawe Selatan, MAT, ketika situasi kebakaran sedang berlangsung.
Heri menyampaikan terdapat ucapan yang dipersoalkan warga karena dinilai tidak pantas disampaikan ketika api sedang mengancam lingkungan dan aset milik masyarakat.
Saat kebakaran terjadi panggilan vidio call masuk ke handpon Kadis Damkar dan ternyata saat di angkat oleh kadis ternyata samsudin yang menelpon , Saat itu situasi sedang ramai dan tegang speker pun dinyalakan, awal nya percakapan aman- aman saja sampai akhirnya muncul sebuah kalimat dari Samsudin yang sontak membuat warga sekitar kaget mendengar kalimat yang di lontarkan oleh pengacara kondang ini
BIARKAN SAJA ITU API, BIAR BAKAR ITU KANDANG’
kalimat ini lah yang memicu kemarahan warga pada Samsudin SH.,M.H,Cil ucap Herianto pemilik salah satu kandang ayam..
“Posisinya pas dia speaker, Pak Kadis Damkar, Makanya orang-orang di sini emosi dengar , Kenapa bahasanya begitu?” ujar Herianto kesal .
Tindakan dan ucapan yang disebut dilakukan Samsudin itu langsung menuai kecaman . Warga menilai, dalam situasi kebakaran, setiap pihak seharusnya membantu meredakan keadaan, bukan mengeluarkan pernyataan yang dapat dianggap meremehkan ancaman terhadap kandang, usaha, dan harta benda warga.

Warga sekitar juga mempertanyakan sikap oknum pengacara yang sempat viral dengan di berhentikan dan di keluarkan oleh Andre dermawan pada kasus pendampingan supriani .
“Dimana ucapan yang dinilai kurang berpendidikan itu disebut tidak menunjukkan empati ketika api mendekati kandang ayam milik Heri dan warga lainnya
seorang yang memiliki latar belakang pendidikan dan profesi hukum semestinya memahami pentingnya menjaga ucapan, terlebih ketika keselamatan warga sedang dipertaruhkan.
Team redaksi sudah berupaya melakukan konfirmasi ke Samsudin melalui via Whatsap namun belum mendapatkan balasan langsung dari Samsudin mengenai konteks lengkap pernyataan tersebut. Karena itu, ucapan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada yang bersangkutan agar pemberitaan tetap berimbang dan tidak keluar dari fakta yang sebenarnya.
Di tengah situasi tersebut, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Konawe Selatan justru menunjukkan respons cepat.
Informasi mengenai kebakaran hutan/lahan di wilayah Kelurahan Alangga diterima petugas ketika kobaran api sudah mendekati kawasan kandang ayam potong milik Heri dan warga lainnya
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Konawe Selatan, MAT, disebut turun langsung bersama personel untuk melakukan penanganan di lapangan.
Gerak cepat petugas menjadi sangat penting karena apabila api terus menjalar, bukan hanya lahan yang terancam, tetapi juga kandang ayam dan aset usaha milik masyarakat di sekitar lokasi.
Berkat respons petugas, kobaran api yang telah mendekati lokasi kandang akhirnya dapat ditangani sehingga kandang ayam milik Herianto dan aset warga di sekitarnya berhasil diselamatkan
Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa ketika masyarakat berada dalam situasi darurat, yang dibutuhkan adalah tindakan cepat, koordinasi dan kehadiran petugas di lapangan.
Petugas Damkar tidak cukup hanya menerima laporan dari balik meja. Mereka dituntut hadir ketika api membesar dan keselamatan masyarakat serta harta benda berada dalam ancaman.
Kehadiran tersebut mendapat perhatian masyarakat karena api yang sebelumnya mengancam kawasan kandang ayam akhirnya dapat dikendalikan.
Sementara itu, pernyataan yang disebut dilontarkan Samsudin sama sekali tidak mencerminkan kalimat seorang yang berpendidikan. dan kini menjadi bahan pembicaraan warga sekitar . Apalagi, ucapan tersebut disebut terdengar ketika masyarakat sedang menghadapi situasi darurat
Kebakaran bukan tempat untuk mempertontonkan ucapan yang dapat memicu keresahan. Ketika api mengancam rumah, usaha dan harta benda warga, yang dibutuhkan masyarakat adalah kepedulian, ketenangan dan tindakan nyata.
Masyarakat pun berharap seluruh pihak yang berada di lokasi maupun yang berkomunikasi mengenai penanganan kebakaran dapat menjaga ucapan dan sikap, karena setiap pernyataan yang keluar di tengah situasi darurat dapat menimbulkan reaksi dan persepsi di tengah masyarakat.
Team redaksi masih selalu memberikan ruang kepada Samsudin, S.H., M.H., CIL, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi atas
pernyataan yang dipersoalkan tersebut.

