Bilal_investigasi.co.id,KONAWE SELATAN- Lonjakan partisipasi pelaku UMKM dalam memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Konawe Selatan menjadi tantangan tersendiri bagi panitia pelaksana.
Antusiasme yang tinggi itu di satu sisi patut diapresiasi sebagai tanda tumbuhnya geliat ekonomi kerakyatan, namun di sisi lain memicu dinamika di lapangan, termasuk insiden saling adu argumen dalam perebutan lokasi lapak.
Ketegangan yang sempat terjadi antara Yonas dan Arham menjadi alarm bagi panitia untuk segera mengambil langkah cepat dan terukur. Ketua panitia, Agianto, tidak tinggal diam. Ia langsung menggelar rapat mendadak guna merumuskan solusi, sekaligus memastikan kondisi tetap kondusif menjelang hari pembukaan.

Menunjukkan kepemimpinan yang responsif, Agianto turun langsung ke lokasi bersama Kasat Pol PP, Halilintar. Kehadiran aparat Satpol PP di bawah komando Halilintar menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban dan meredam potensi konflik di lapangan.
“Dengan pendekatan persuasif namun tegas, mereka menata ulang posisi lapak UMKM agar lebih terorganisir dan adil bagi seluruh peserta.

Tidak hanya itu, koordinasi lintas sektor juga diperkuat. Kabid Damkarmat, Akbar, turut dilibatkan untuk memastikan aspek keamanan dan keselamatan lokasi tetap terjaga.
“Sementara itu, Arham Mangidi yang dipercaya mengatur teknis penempatan lapak, dilibatkan secara aktif untuk memastikan seluruh pelaku UMKM yang telah terdaftar mendapatkan tempat sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Empat hari menjelang pembukaan HUT Konawe Selatan ke-23, langkah cepat dan kolaboratif yang dilakukan Ketua Panitia Agianto bersama Kasat Pol PP Halilintar menunjukkan keseriusan panitia dalam menciptakan pelaksanaan kegiatan yang tertib, aman, dan sukses.
Situasi yang sebelumnya sempat memanas kini mulai terkendali, menandakan bahwa penanganan yang tepat mampu mengubah potensi konflik menjadi momentum penataan yang lebih baik.

