Bilal_investigasi.co.id,pekanbaru – Massa aktivis dan mahasiswa menggelar aksi di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Kamis (7/5/2026), memprotes pemindahan tahanan Jekson Jumari Pandapotan Sihombing ke Lapas Nusakambangan. Massa menilai pemindahan Ketua Umum Pemuda Tri Karya (PETIR) itu janggal karena proses hukumnya belum berkekuatan hukum tetap (inkrah).
Jekson Sihombing adalah aktivis lingkungan dan antikorupsi. Ia ditahan di Lapas Pekanbaru terkait perkara pidana umum. Pihak keluarga menyebut Jekson adalah orang tua tunggal dengan anak yang masih kecil.
Kepala Tata Usaha Lapas Pekanbaru, Lukman, menyebut pemindahan berdasarkan asesmen internal. “Yang bersangkutan dinilai mengganggu ketertiban,” kata Lukman saat menemui massa. Jekson membantah hal itu melalui panggilan video di tengah aksi.
PPWI: Minta Transparansi Dasar Pemindahan
Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke meminta Kanwil Ditjenpas Riau menjelaskan dasar hukum pemindahan. “Memindahkan tahanan yang belum inkrah ke Nusakambangan perlu penjelasan transparan. Ini menyangkut hak asasi tahanan dan keluarganya,” ujar Wilson dari Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Wilson mendesak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andriyanto mengevaluasi kebijakan tersebut. “Jika tidak ada alasan hukum yang jelas, sebaiknya Jekson dikembalikan ke Pekanbaru agar mudah didampingi keluarga dan penasihat hukum,” katanya.
Massa aksi yang terdiri dari aktivis dan mahasiswa Universitas Lancang Kuning menyampaikan 6 tuntutan:
1. Penjelasan resmi dasar hukum pemindahan Jekson Sihombing.
2. Pengembalian Jekson ke Lapas Pekanbaru.
3. Jaminan keselamatan Jekson di Lapas Nusakambangan.
4. Jaminan hak bertemu keluarga dan anak.
5. Audit asesmen internal Lapas Pekanbaru.
6. Transparansi Kanwil Ditjenpas Riau.
Aksi sempat memanas hingga penggoyangan pagar Lapas. Massa berjanji kembali dengan jumlah lebih besar jika tuntutan tidak dipenuhi.
Hingga berita diturunkan, Kakanwil Ditjenpas Riau dan Kalapas Pekanbaru belum memberi keterangan resmi tertulis terkait dasar hukum dan urgensi pemindahan Jekson Sihombing. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi.

